Foto-foto Pakai Kamera Murmer Fujifilm Finepix JX 650

Sudah dari beberapa bulan yang lalu saya kepengen banget punya kamera digital lagi. Kamera digital saya yang dulu, Canon Powershot A3000 IS sudah berpindah tangan ke adik, sebagai kado waktu adik saya nikahan. Walaupun beli sudah lama kamera Canon itu masih awet aja sampai sekarang, padahal dah seringa banget buat foto-foto, pernah dijatuhin 2 kali sama anak lanang yang emang lagi seneng-senengnya jatuh-jatuhin barang. Pokoknya kameranya mantep, bening dan hasil makronya bagus juga. Dulu belinya di Ray Digital Jogja, via online.

Nah kemarin itu kantor ngadain acara piknik, trus kepikiran aja buat beli kamera. Soale kalau pakai kamera hape suka bikin batere hp cepet habis. Yo wis lah googling-googling dulu buat nyari kamera murmer.

Target pertama nyari merk Canon, soalnya dah terbukti hasile apik. Liat seri Ixus 145, di Tokocamzone, Daldigital, sama Cameracoid, rata-rata harganya 900 ribuan. lebih murah sih dari Canon yang dulu, yang Powershot itu harganya 1 jutaan.. lebih dikit..

Pas ngeliat keuangan, waduh.. keknya harga segitu kemahalan deh, soalnya anggaran mentok di 650 ribu. Mepet banget kan angarannya.. Liat-liat di toko kamera, yang harganya masuk budget cuma merk Brica sama Fujifilm. Kayaknya dari merknya kok familier Fujifilm ya, ya sudah perburuan kamera dipersempit, jadi berburu kamera Fujifilm.

Nyari di beberapa toko online, nemu paling murah di Lazada, ada 2 seri yang harganya cocok, Finepix JV500 sama Finepix JX650. Pas liat modelnya lebih suka yang Finepix JX650, lagian lagi ada promo juga, dari harga awal 800 ribuan jadi 624.900, itu dah dibonusi SDHC Vgen 8 gb sama hardcase merknya Digicam. Berarti kuitung-itung harga kameranya itu sendiri ga nyampe 600 ribu. Murah pake banget. 16 megapixel, 5 kali zoom dengan harga segitu, hohoho..

Singkat kata, setelah menunggu 3 atau 4 hari, barang sampai. Lumayan cepat menurut saya. Ternyata pakai asuransi JNE. Sama masnya disuruh ngecek dulu barangnya rusak ga, kalau rusak boleh diklaim. Karena malas akhirnya cuma saya liat fisiknya aja. Aman tanpa lecet. Warna putih sesuai pesenan. Bonus SDHC sama hardcase juga lengkap.

Nyampe rumah excited donk nyobain kamera baru. Misua sama anak lanang yang jadi obyeknya. Pertama belum ngeh ada error, baru setelah beberapa kali jepretan terlihat kalau di bagian bawah hasil foto ada njlarit (bahasa apa ini :-D) kayak foto kobong kalau orang zaman dulu bilang. Sedikit sih, tapi tetap mengganggu.

Paniklah.. Kamera baru kok ada cacat produksi. Ga tau yang salah pihak fujinya, lazadanya apa JNE nya. Yang jelas saya coba buat motret di dalam dan luar ruangan sama saja, noda itu tetap muncul. Mau tuker ke Lazada kok waktu mepet banget, dah keburu mau buat piknik. Lagian proses klaim gitu kalau baca-baca di forum online kadang malah bikin jengkel coz prosesnya lama.

Tarik nafas dalam-dalam, akhirnya mencoba berdamai dengan keadaan. Pikirku karena cacatnya di foto sebelah bawah, mau kuakali dengan crop bagian yang kobong itu. Tapi ternyata ga perlu serepot itu. Pas kulihat di pengaturan ternyata ada pilihan rasio 4:3, 3:2 sama 16:9 (wide). Nah yang keliatan ada kobongnya itu kalau yang pengaturan 4:3, yang antara lebar sama panjangnya hampir sama. Kalau di rasio 3:2 sama 16:9 nodanya ga muncul. Karena laptopku widescreen akhirnya aku milih pengaturan kameranya yang 16:9. Jadi pas dipindah ke laptop dah dijadiin wallpaper ga perlu ada bagian yang kepotong atau ga keliatan.

Kemarin tak bawa piknik, syukurlah hasilnya bagus di tempat terang, apalagi banyak efek-efeknya, paling seneng sama toy camera, nuansanya jadul, hehe.. Yang mode panorama juga asyik, jadi kalau buat moto orang banyak bisa kefoto semua. Atau buat moto pemandangan juga bagus, keliatan dari ujung ke ujung. Pas dipindah ke komputer juga detailnya dapet, ga burem atau mblayang (iki bahasane jan..). Tapi kalau di dalam ruangan kayaknya bagusan Canon Powershotku yang dulu deh. Maklum deh, harganya juga hampir separuhnya sih, hehe.. Tapi masih bisa diakali lah.. Kan ada Fotor sama Photoscape. So far sih (di luar cacatnya) lumayan puas pake kamera ini. Minimal kalau pas jalan-jalan ke alun-alun Wonosobo di minggu pagi bisa jeprat-jepret tanpa ngabisin batere hape.

Ah ya, dari tadi ga ada foto ya, maaf ya lagi males upload foto. Jan-jane lupa gimana caranya. Dah lama ga upload foto di blog, hahaha..

Salam jepret-jepret..

Browser untuk Jaringan Lambat, Opera Jagonya

Baiklah, pertama-tama biarkan saya melemaskan otot-otot jari tangan saya yang sudah sekian lama tidak saya gunakan untuk menulis blog. Sudah berapa lama ya.. 1, 2, 3 tahun! Tiga tahun saya cuti dari dunia blog. Sudah banyak yang terjadi selama 3 tahun. Saya menikah, menjadi ibu dan hidup terus berjalan. Entah angin darimana tiba-tiba saya merindukan menulis, dan berkunjunglah saya ke blog kesayangan saya ini (lha wong blognya juga cuma punya satu, hehe..).

Oke, untuk tulisan pertama setelah cuti panjang, artikelnya yang ringan-ringan saja dulu. Akhir-akhir ini saya sedang punya masalah dengan jaringan internet di tempat kerja saya. Entah ada masalah apa, jaringan hotspot sedang lemot sampai-sampai untuk membuka halaman sederhana saja lamanya minta ampun. Padahal saya sudah pakai browser yang katanya paling cepat, Google Chrome, tetap saja tidak ngaruh. Pakai Mozilla Firefox sama saja. Frustasi deh, pakai browser apalagi coba… Lalu tiba-tiba saya teringat satu nama browser yang sudah lama hilang dari ingatan, dialah Opera Browser, yang pada zamannya dulu (zaman saya kuliah) pernah setia menemani hari-hari saya dalam berinternet di Warnet. Maklum zaman dulu jaringan internet masih sangat lambat, dan Opera banyak dijadikan idola oleh pengguna internet karena ringan enginenya dan cepat untuk digunakan di jaringan yang lambat.

Ga pakai lama, segera saya main ke webnya Opera di sini. Setelah temu kangen sebentar, akhirnya saya download versi terbarunya di halaman ini. Singkat kata setelah saya download saya tes donk. Lha kok hasilnya sama saya, masih lambat saja buat buka halaman-halaman internet, tapi mak tring… saya kok mendadak ingat kalau di Opera ada mode untuk berinternet di jaringan lambat, namanya Turbo Mode, kucari dan selalu kucari jalan terbaik.. tapi ga nemu juga, apa sudah dihapus ya fitur itu, wah gaswat!  

Syukurlah di tengah kegalauan, saya terdampar di suatu web yang saya lupa alamatnya. Di web tersebut dijelaskan cara untuk mengoptimalkan Browser Opera. Demi sajian yang lebih enak dibaca, selanjutnya tulisan akan dibuat dalam mode tutorial ala resep memasak😀

Langkah 1 : Download Opera Terbaru di link yang saya tautkan di atas (selalu update kok, soalnya saya tautkan langsung ke web resminya Opera

Langkah 2 : Instal di komputer, laptop atau netbook anda

Langkah 3 : Coba dulu untuk browsing, apakah lambat? Jika lambat teruskan baca tutorial ini

Langkah 3 : Klik lambang Opera di menu browser (sudut kiri atas)

Langkah 4 : Sudah ketemu, cari tulisan Off Road Mode, selanjutnya klik saja

Langkah 5 : Coba anda membuka web setelah di mode Off Road, apakah terasa bedanya?

Kalau saya sih terasa banget. Web yang tadinya susah dibuka mendadak mudah-mudah saja tuh dibuka. Wuzz wuzz wuzz.. Syukurlah kalau begitu.. Sekarang saya bisa berinternet kembali dengan lancar. Untuk sementara, sambil menunggu jaringan kembali normal, saya akan terus menggunakan Browser Opera dengan fitur Off Road Mode nya yang maknyus.. 

Terima kasih Opera Browser.. Berkat dirimu aku bisa internetan dan nge blog lagi, hehe..

 

 

 

 

 

 

Galeri

Fakta Mengejutkan dari Internet Explorer 9

Ini pengalaman saya pribadi yang membuat saya terheran-heran dengan IE 9. Ceritanya pagi ini koneksi internet di kantor sedang luar biasa lemot. Untuk membuka halaman saja memerlukan waktu yang cukup lama, sebagai informasi saya memakai Mozilla Firefox 4 yang merupakan generasi terbaru dari Firefox. Karena penasaran saya mencoba membuka halaman yang sama menggunakan Google Chrome 12 beta, hasilnya sama saja, halaman lama sekali baru terbuka, itupun belum terbuka dengan sempurna karena gambarnya tidak muncul, hanya tulisan yang tertampil. (lebih…)

Flasdisk yang Tercepat (Windows XP Version)

Pertama-tama, yang dimaksud tercepat di sini bukanlah yang tercepat di dunia, tapi flashdisk tercepat yang saya punya, hehe.. Jadi kebetulan saya baru nemu aplikasi yang namanya H2testw, kebetulan juga lagi ga ada kerjaan. Jadilah saya membuat percobaan sebagai berikut:

Tujuan :
1. mengetes kapasitas riil dari flashdisk dan hardisk (flashdisk palsu/abal-abal biasanya kapasitas tidak sesuai, misalnya dibilangnya 4 GB, ternyata riilnya cuma 512 MB atau 1GB))
2. mengetahui perbandingan kecepatan dari masing-masing perangkat (lebih…)

Avast Versi 6 Telah Terbit

Pagi ini ketika saya menghidupkan laptop, saya mendapat pemberitahuan dari filehippo kalau avast terbaru telah terbit. Yup, kali ini avast datang dengan versi 6, tepatnya versi 6.0.1000. Karena di laptop sudah ada avast versi sebelumnya(versi 5), saya tinggal memilih opsi update program. Proses update berlangsung dengan cepat, dalam waktu beberapa menit avast memberitahu kalau update sudah selesai dan meminta saya untuk merestart laptop. (lebih…)

Aplikasi-aplikasi Pengaya (Extensions) Google Chrome yang Patut Anda Coba

Google Chrome dikenal sebagai salah satu browser tercepat dengan tampilan yang minimalis dan mudah digunakan. Dan sebagaimana Mozilla Firefox, Google Chrome juga mempunyai aplikasi-aplikasi pengaya (extensions) yang di Mozilla Firefox biasa dikenal dengan sebutan Add-ons. Jumlah extension yang ada di Google Chrome saat ini sudah banyak dan digolongkan dalam beberapa kategori, sehingga memudahkan anda mencari extension yang sesuai dengan kebutuhan anda. Extensions dapat ditemukan di Customize and control Google Chrome (pojok kanan atas, yang bentuknya seperti kunci inggris) –> Tools –> Exstension. (lebih…)