Cara Mengonsumsi Susu UHT yang Aman

Selama beradab-abad susu telah dikenal sebagai bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia, karena susu mengandung semua komponen bahan yang diperlukan dalam diet manusia. Disamping itu susu yang diproduksi dengan cara-cara yang memenuhi persyaratan higienis, merupakan bahan pangan yang memenuhi semua kriteria yang ditentukan dalam menilai jenis-jenis bahan pangan yang sesuai bagi manusia, yaitu rasa yang dapat diterima, bersih dan aman, mudah dicerna dan harga yang dapat dijangkau (Rahman et al, 1992). Ada berbagai macam susu berdasarkan cara pengolahannya yang beredar di pasaran antara lain susu segar, susu pasteurisasi, susu kental manis dan susu UHT.

Susu UHT (Ultra High Temperature) merupakan salah satu jenis susu steril. Sterilisasi susu dengan cara UHT dilakukan dengan cara memanaskan susu pada suhu 130 oC selama 4 detik. Sterilisasi susu mempunyai tujuan membunuh semua mikroorganisme yang ada, sehingga produk kemasan dapat disimpan dalam jangka waktu lama pada suhu ruang tanpa pembusukan akibat mikroorganisme.

Yang harus kita ingat, susu adalah produk yang mudah rusak, atau kita menyebutnya basi. Begitu juga dengan susu UHT. Dalam keadaan kemasan belum dibuka, susu UHT memang akan tahan disimpan dalam waktu yang lama, yaitu sampai masa kadaluarsanya habis. Namun ketika susu UHT sudah dibuka, diperlukan penanganan yang benar, supaya susu tidak mengalami kerusakan saat dikonsumsi.

Lantas, bagaimana kerusakan pada susu UHT dapat terjadi? Faktor-faktor apa yang menyebabkannya? Bagaimana cara untuk mencegahnya? Mari kita lihat..

Penyebab Kerusakan:
Pada saat susu UHT dibuka, ada kalanya kita tidak meminumnya sekali habis. Supaya tidak lekas basi, umumnya kita menyimpan di refrigerator. Apabila kemasan susu dalam keadaan tertutup rapat, itu tidak masalah. Namun lain lagi masalahnya kalau kita teledor dengan membiarkan kemasan susu tetap terbuka atau tidak tertutup rapat saat menyimpannya dalam refrigerator. Mengapa?

Dalam keadaan terbuka, mikroorganisme kontaminan dari luar dapat masuk ke dalam susu dan mencemari susu. Mikroba yang mungkin masuk antara lain bakteri proteolitik dan lipolitik.
Bakteri yang mempunyai sifat proteolitik aktif yaitu Micrococcus, Alcaligenes, pseudomonas, proteus, flavobacterium, seratia, dan bakteri pembentuk spora yaitu Bacillus dan Clostridium. Beberapa spesies dari jenis Micrococcus, Pseudomonas, Alcaligenes, Flavobacterium dan Bacillus dapat tumbuh pada suhu rendah dan dapat menyebabkan proteolisis dan pembentukan rasa pahit pada susu yang disimpan pada suhu rendah.
Bakteri lipolitik kebanyakan bersifat anaerobik fakultatif dan tidak membentuk asam. Perubahan-perubahan yang mungkin terjadi misalnya oksidasi asam lemak tak jenuh, diikuti dengan dekomposisi selanjutnya menghasilkan aldehida, asam dan keton, sehingga menyebabkan perubahan rasa dan bau. Hidrolisis lemak menjadi asam-asam lemak dan gliserol dan ketengikan juga dapat terjadi (Rahman et al., 1992).

Udara dapat masuk ke dalam kemasan saat kemasan susu dibuka, juga saat disimpan di refrigerator, sehingga menyebabkan oksidasi. Oksigen sangat mempengaruhi umur simpan suatu produk. Reaksi oksidasi pada komponen makanan, termasuk oksidasi lipid dapat menyebabkan flavor asam, perubahan warna dan nutrisi, pencoklatan non enzimatis, dan degradasi vitamin C. Kehadiran oksigen juga menyebabkan kebusukan akibat mikroorganisme aerob.

Cara Pencegahan:
Melihat berbagai kemungkinan yang dapat mengakibatkan susu UHT rusak, sudah sepantasnya kita mengetahui cara-cara penanganan susu UHT setelah dibuka. Situasi dan kondisi yang benar adalah sebagai berikut
• setelah dibuka susu UHT segera diminum atau apabila hendak disimpan maka kemasan harus dipastikan tertutup rapat dan disimpan dalam suhu refrigerator sehingga mengurangi resiko pecemaran mikroorganisme, selain itu waktu penyimpanan harus diperhatikan karena di dalam keadaan setelah dibuka sifat susu kembali ke sifat alaminya yang merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikrorganisme
• kondisi refrigerator harus diperiksa, meliputi pemeriksaan suhu dan kebersihan isi
• pemeriksaan tanggal kadaluarsa susu untuk memastikan bahwa susu yang dibeli belum kadaluarsa atau belum mendekati tanggal kadaluarsa

Selain itu, dari segi produsen kiranya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
• Membuat kemasan susu UHT yang mudah dibuka-tutup
• Menuliskan cara penanganan susu UHT setelah dibuka secara jelas
• Membuat dan mengedarkan iklan baik lewat media cetak maupun elektronik mengenai cara penanganan susu UHT setelah dibuka secara benar
• Membuka layanan konsumen untuk menanggapi saran dan keluhan konsumen.

Kepedulian kita terhadap apa yang kita konsumsi dan cara mengonsumsinya seringkali akan menyelamatkan kita dari bahaya-bahaya yang mungkin timbul. Konsumsi susu UHT dengan cara yang benar sehingga anda akan memperoleh manfaat susu. Tetaplah sehat, tetap jalan-jalan di blog saya, hehe.. Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Pustaka:
Rahman, A., S. Fardiaz, W. P. Rahaju, Suliantari, C. C. Nurwitri. 1992. Teknologi Fermentasi Susu. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. Bogor.

5 pemikiran pada “Cara Mengonsumsi Susu UHT yang Aman

  1. Terima kasih infonya.. Kemarin saya beli susu uht rasa strawberry kemasannya bagus tapi kok rasanya agak pahit.. mau dibuang sayang krn belinya 1 dus, mau dikonsumsi juga takut, gimana ya gan solusinya?

  2. Infonya bermanfaat banget gan, krn saya pernah ngalamin juga, saya udah kesel sendiri sama produk yang saya beli, eh ternyata memang karena saya ambil kemasan yang udah rusak dan saya ngga sadar gan, ternyata bener aja susunya basi, saya cari info memang dari laman web produk yang saya beli itu bisa karena berbagai faktor eksternal diluar tahap pembuatan dan distribusi. Ya pokoknya kita lebih teliti aja skg dalam memilih kemasannya lalu banyak cari info aja soal susu kemasan klo memang kita mengkonsusinya rutin.🙂 Salam.

  3. Ping balik: Hati-hati cara ngobrol kilat – bisa ganggu kesehatan dsb « Myjojofan's Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s