Pengalaman Pertama dengan Ubuntu

Setelah kemarin saya bercerita kalau mendapat kiriman 15 CD Ubuntu + 1 CD Kubuntu dari Canonical lewat pengiriman gratis ShipIt, sekarang saya akan menceritakan pengalaman saya menggunakan OS Ubuntu. Walaupun saya sudah memesan CD Ubuntu dari Canonical sejak tanggal 4 Juli, tapi saya menginstal Ubuntu pertama kali bukan dari CD from Netherland. Jadi pada tanggal 21 Juli saya juga memesan DVD Repository Ubuntu 9.04 dan CD Edubuntu dari Juragan Linux. Harga DVD Repository 50 ribu (6 DVD), CD Edubuntu 5 ribu (1 CD), sedangkan ongkos kirim 20 ribu. Dari Juragan Linux, pesanan saya dikirim tanggal 22 Juli lewat TIKI, dan tiba di Wonosobo pada hari Jumat, 24 Juli.

Sesampainya di rumah, sempat saya biarkan saya karena saya masih ada kesibukan lain (sibuk apa sok sibuk ya.. hehe..). Baru pada hari Minggunya (tanggal 26 Juli) saya mencoba mencoba menginstal Ubuntu lewat Alternate Install yang terdapat dalam DVD Repo. Dengan menggunakan petunjuk dari hasil browsing Internet, tahap penginstalan dilalui dengan lancar. Saya memilih menghapus OS lama saya sehingga saat menginstal semua data saya hapus. Tentu saja saya sudah membuat backup di flashdisk sehingga data-data saya aman. Begitu sudah berhasil login, masalah pertama muncul pada suara. Yup, saya tidak mendengar merdunya suara keluaran dari Altec Lansing. Di saat masih begitu asing dengan tampilan dari Distro Linux pada umumnya dan Ubuntu pada khususnya, termasuk memahami tata letak yang berbeda dengan OS lama, maka ketidakmunculan suara cukup membuat saya shock. Untunglah bahasan-bahasan tentang cara mengatasi problem suara di ubuntu bertebaran di internet, termasuk di forum-forum tentang Linux.

Walaupun petunjuk sudah didapat, perlu waktu dua hari hingga suara yang saya harapkan bisa muncul. Saya memerlukan waktu selama itu karena perlu memahami cara kerja terminal dahulu. Setelah konfigurasi beres, notebook saya restart dan akhirnya, suara tabuh-tabuhan Afrika terdengar juga. Masalah suara beres, muncul masalah berikutnya, saya tidak bisa mendengarkan mp3. Kali ini cuma perlu menginstal Plugin, dapat dilakukan secara otomatis asalkan terhubung internet . Setelah dicoba missing plugin terinstal, saya berhasil memutar mp3 di Ubuntu. Selain masalah di sound dan pemutaran mp3 teratasi, masih ada masalah tentang cara untuk memainkan VCD di Ubuntu yang belum saya mengerti. Tapi sambil jalan, semoga hal tersebut bisa teratasi.

Disamping kesulitan-kesulitan di awal perkenalan saya dengan Ubuntu. Ada banyak kelebihan yang saya temui di Ubuntu. Yang pertama adalah saya tidak perlu menginstal driver saat penginstalan. Dari flashdisk, modem 3G hingga koneksi wireless langsung bisa dikenali. Cuma printer yang belum saya coba. Lalu dari segi tampilan, saya menyukai Compiznya, terutama tampilan mirip jelly yang lucu, juga kubusnya yang bisa digeser-geser. Cara menginstal aplikasi juga cukup mudah, cukup pakai add/remove program, maka kita akan dibawa ke repository-nya. Untuk kegiatan berselancar di internet saya rasakan jadi lebih lancar, terutama saat menggunakan jaringan hotspot Speedy di kantor, terasa sekali kecepatannya.

Setelah beberapa hari bermain-main dengan OS Ubuntu di notebook saya, barulah kiriman CD Ubuntu+Kubuntu dari Canonical datang. Sebagai rasa terimakasih saya pada Canonical, maka saya menginstal ulang Ubuntu saya dari CD kiriman Canonical. Walaupun harus memulai dari awal lagi pengaturan suara dan mp3nya, tapi tak masalah.. Yang menggembirakan, 2 dari teman saya di kantor tertarik dengan Ubuntu. Teman saya yang merupakan programmer kantor dengan antusias menginstal Ubuntu di komputer kantor. Diinstal secara dual boot,berdampingan dengan Vista (Vista asli lho, bukan bajakan..). Sedangkan teman saya satunya lagi sedang mempertimbangkan untuk menginstalnya secara dual boot dengan notebooknya yang ber-OS XP.

Begitulah pengalaman saya di awal-awal menggunakan Ubuntu. walaupun ada kesulitan, tapi harus tetap semangat!!!

2 pemikiran pada “Pengalaman Pertama dengan Ubuntu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s