Borobudur International Festival, Tak Perlulah Aku Keliling Dunia

 

Tanggal 16-20 Juli ini, diselenggarakan Borobudur International Festival (BIF) di Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Hari Minggu tanggal 19 Juli, saya dan keluarga (ayah, ibu, adik) rame-rame datang ke sana. Jiah… Ssampai di sana ternyata ramenya minta ampun, mungkin karena ada liburan 2 hari. Di mana-mana penuh bus piknik, belum lagi yang memakai kendaraan pribadi. Turis-turis mancanegara juga terlihat di mana-mana. Loket masuk candi penuh, sampai membentuk barisan yang panjangnya bikin males ngantri. Daripada harus ngantri, hasil ayah saya mencari info ke penjual mainan “parasit terjun payung” apakah ada pintu masuk ke BIF tanpa melewati pintu loket candi, ternyata ada pintu masuk langsung ke kawasan BIF tanpa harus masuk ke kawasan candi, yaitu lewat pintu masuk sebelah barat (kalau tidak salah). Kata penjual mainan “parasit terjun payung” ke ayah saya : nanti bapak keluar aja dari parkiran, trus ambil (jalan) kiri, nanti pertigaan belok kanan, tus belok kiri, belok kiri lagi, ambil jalan kampung sampai ke lokasi festival”. Nah lho, bingung deh mendengar penjelasan penjual tersebut. Akhirnya dengan minta bantuan tukang ojek, kami minta dipandu jalan sampai ke lokasi. Dengan tarif antar 10 ribu, kami diantarkan menuju lokasi yang ternyata lumayan jauh.

 

Dari tempat parkir ke pintu masuk lokasi BIF ternyata cukup jalan kaki kira-kira 100 m, gratis pula tanpa ada loket masuknya. Karena masih siang dan pertunjukan belum dimulai, kami masuk ke stand-stand yang ada di kanan-kiri panggung. Terdapat stand dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Wonosobo. Bahkan dari luar Jawa Tengah juga ada, seperti dari Bali, Banyuwangi, Papua, Kalimantan, juga Yogyakarta. Melihat stand-stand yang menggoda mata, akhirnya saya tergiur untuk membeli beberapa. Yang pertama saya beli adalah Kaos bertemakan BIF, berwarna putih. Saya beli di stand Kantor Pos seharga 20 ribu (asli murah!), sudah termasuk bonus kartu pos gambar pemandangan sebanyak 5 lembar yang bagus-bagus, plus tas dari bahan kain. Selanjutnya berburu bahan pakaian batik untuk dibuat baju seragam hari Kamis dan Sabtu. Setelah keliling ke stand batik Pekalongan, Solo, Jepara, Rembang, Pantura, Banyumas, Kebumen, Banjarnegara, Wonosobo, dll.. akhirnya saya justru tertambat pada batik berwarna kombinasi hitam, putih biru di stand batik Banyuwangi. Bahan pakaian batik seharga 50 ribupun berpindah ke kantong belanjaan saya. Setelah melihat-lihat stand pakaian, saya melihat-lihat makanan khas daerah, ketemu stand bakpia pathhuk jogja, beli satu yang rasa keju panggang, lalu di stand Rembang saya membeli Sirup Kawista yang rasanya terkenal khas, satu botol besar harganya 17,5 ribu.

 

Capek keliling-keliling, menjelang maghrib kami makan sore dulu. Dan tepat pukul 7 malam, dengan duduk lesehan di depan panggung (karena tempat duduk sudah penuh), saya menyaksikan pertunjukan pertama, tarian dari Semarang lengkap dengan Warak Ngendog-nya. Selanjutnya berturut-turut tampil tarian kipas dari Korea, empat macam tarian dari Medan, Tari Teratai dari China, tari panen padi dari Dayak, Kesenian tari dan semacam pencak silat dari Thailand, dan juga tarian dari Papua. Karena waktu sudah cukup malam, hampir pukul 9, kami meninggalkan arena BIF. Bangga rasanya melihat kebudayaan di Indonesia yang beraneka ragam ,juga senang rasanya bisa melihat berbagai pertunujukan dari mancanegara (walaupun sebenarnya pengen lihat di negeri aslinya sih, hehe..). Jadi ingat lagunya Gita Gutawa.. “Tak perlulah aku keliling dunia…”.

 

Melihat antusiasme pengunjung BIF yang terutama terlihat dari membludaknya penonton saat pertunjukan berlangsung, melihat orang-orang bisa berbaur dan memberikan apresiasi pada kebudayaan yang berbeda-beda, saya jadi teringat pada apa yang dilantunkan Iwan Fals, ” kemesraan ini janganlah cepat belalu…”. Damailah negeriku, Lestarilah budaya Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s