Facebook dan Perubahan Tipe Kepribadian

Ketemu lagi.. Kali ini saya mau ngobrolin soal facebook lagi. Ini sudah kali kedua saya membuat tulisan dengan topik facebook. Mang ga ada topik lain apa? Kalau anda berpikir demikian, maka jawabnya ada dunk.. Tapi ga papa kan saya nulis tentang facebook lagi, secara saat ini memang facebook sedang asyik buat dibahas.. Saya bahkan membuat kategori baru di blog ini yaitu “seputar facebook”, karena mungkin di waktu-waktu mendatang saya masih akan membuat tulisan tentang facebook
.

Oke.. Langsung aja. Facebook atau yang lazim disebut dengan fb/fesbuk memang sedang digemari oleh orang dari berbagai kalangan dan di berbagai negara. Yang terbaru, grup band GIGI bahkan membuat lagu yang berjudul “My Facebook”, ceritanya tentang orang yang ketemu mantan kekasihnya di facebook, tapi ga bisa balikan karena saat ini dia sudah punya kekasih baru. Seru ya ceritanya.. Kira-kira saya bisa ketemu mantan kekasih juga nggak ya lewat facebook, xixixi..

Pernah dengar kan lagu Duo Maia yang judulnya Ingat Kamu? Nah.. Rasanya lagu itu cocok sekali dengan apa yang dialami oleh para fesbuker. Gini nih kalau dinyanyiin.. Aku mau makan kuingat fesbuk.. Aku mau tidur kuingat fesbuk.. Oh fesbuk.. Inikah rasanya bila kecanduan fesbuk.. (buat Duo Maia, sorry ya lagunya diubah tanpa izin ^_^ ).

Trus anda sadar tidak, menjadi pengguna fesbuk ternyata bisa membuat orang mengalami perubahan kepribadian. Kalau anda tidak percaya, di sini saya akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan perubahan kepribadian. Saya membaginya ke dalam empat tipe yaitu:

1. Dari kalem/pendiam menjadi lebih rame
Sepertinya saya termasuk kategori yang ini. Di kehidupan nyata, saya tipe orang yang lebih suka menjadi pendengar ketimbang jadi pembicara. Tapi di fesbuk saya jadi lebih terbuka untuk turut mengemukakan pendapat, curhat, dan membuka obrolan. Menurut saya itu pergerakan yang positif, setidaknya kalau saya belajar mengembangkan komunikasi di dunia maya, mungkin akan berpengaruh juga dalam pola komunikasi saya di dunia nyata.

2. Dari rame menjadi lebih kalem
Di dunia nyata, ada orang yang gemar berbicara terus tanpa bisa direm. Tapi hal itu dapat sedikit diredam di fesbuk. Itu karena bahasa fesbuk adalah bahasa tulisan. Tidak mungkin kan orang terus-menerus ngomong alias nulis di fesbuk tanpa menunggu tanggapan (jujur deh, kalau anda nulis di fesbuk, anda beharap ada yang menanggapi kan). Kecuali anda mau pentas monolog.. Jadi orang yang terlalu rame akan belajar untuk “mendengarkan” alias menunggu tanggapan.

3. Dari rame menjadi lebih rame
Kalau yang ini rame dalam artian ekspresif. Ada banyak orang yang menjadikan fesbuk sebagai tempat curahan ide-idenya/karya-karyanya. Misalnya penulis, penyair, politikus, motivator, atau profesi lainnya. Saya punya lho contohnya, penyair dari Batam, Bapak Hasan Aspahani adalah seorang penggiat sastra yang menulis karya-karyanya di fesbuk. Sampai-sampai beliau mengakui kalau blognya sedikit terbengkalai gara-gara keasyikan menulis di fesbuk. Sifat fesbuk yang interaktif memang memungkinkan seseorang yang menyampaikan karya-karyanya dapat langsung berinteraksi dengan pembacanya. Jadi dapat diketahui mana karyanya yang banyak digemari, dilihat dari banyaknya tanggapan yang masuk. Untuk profesi lain, fesbuk juga jadi bisa ajang pengumuman, misalnya untuk pengumuman konser musik, pengumuman bakti sosial, pengumuman pameran lukisan, pengumuman penerbitan buku baru, dll. Praktis kan.

4. Dari kalem tetap kalem
Kalau yang ini, di kehidupan nyata dia menjadi pendengar setia. Di fesbuk ya sama saja. Kerjanya baca-baca tulisan orang lain, lihat-lihat obrolan orang lain, tapi tetap saja ga mau menuliskan isi pikirannya, atau ga mau nimbrung. Kalau begini namanya cuma beralih status dunk, dari pendengar setia ke pembaca setia, hihi.. Ayo dunk.. Sekali-sekali speak up your mind, biar orang tahu apa yang ada di benak anda.

Nah, di antara keempat kategori tersebut, termasuk yang manakah anda?

3 pemikiran pada “Facebook dan Perubahan Tipe Kepribadian

  1. kalo buat saya sih, facebook cukup banyak merubah sifat orang, jadi lebih terbuka, tapi ada yang saya tidak suka, akun facebook tiodak bisa ditutup total, walaupun bisa ditutup tetep aja bisa log in seperti biasa..

  2. Tp knp yah fbQ Sepi buangeth..Gag pernah tuh gua lia ad yg mo leave a comment,brg skali…Ap slhQ,ap slh ibuQ,driQ Drundung Pilu,tk ad yg mo,Yg mo koment di fbQ,tuk jd tman mayaQ,,wkwkwk,sorry0bwt0fans0wali..Me in Syams Rijalk at F.B..Dtg ya!

  3. Kalo aku yg pertama.
    Sebenernya aku pendiem ‘n lumayan pemalu untuk bicara.
    Makanya aku seneng bgt ngeblog untk mencurahkan ide yg tdk mampu dikatakan dan akhirnya aku tulis di blog.
    hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s