Flashdisk Baru

Kemarin di penghujung februari, saya pergi ke Semarang. Kebetulan di javamall sedang ada pameran computer. Iseng–iseng saya melihat-lihat, walaupun tadinya tidak ada niatan beli.
Waktu melihat–lihat, mata saya tertarik membaca iklan flashdisk yang ditawarkan dengan huruf besar–besar. Kingston, Sandisk, Vgen, my flash, n beberapa merk lain ditawarkan dengan harga yang menurut saya cukup murah. Untuk flashdisk 2 gb dijual dengan harga 67 ribu untuk kington DT 100, 70 ribu untuk nexus, dan masing-masing 74 ribu untuk vgen X-18 dan sandisk micro cruizer made in taiwan. Bahkan ada juga yang 2 gb cuma 58 ribu, merknya my flash. Akhirnya saya beli satu, merk Vgen 2 gb warna hitam. Casingnya dari bahan karet, sengaja saya pilih walaupun ukurannya lumayan besar. Harapan saya cari yang casing karet, biar bisa meredam benturan kalau FD itu tiba–tiba terbentur meja atau jatuh. Oya, katanya sih vgen produk lokal, jadi boleh dikata saya cinta buatan Indonesia, hehe..

Sampai di rumah, FD Vgen tersebut saya beri gantungan supaya tidak gampang terselip dan gampang mencarinya. Gantungannya saya ambil dari gantungan FD lama saya, Nexus 256 mb. Sedangkan gantungan untuk FD Nexus saya ganti dengan gantungan handphone. Waktu saya coba di kompi, proses transfer datanya lumayan cepat, rasanya lebih cepat dari FD Nexus saya (atau hanya perasaan saya saja?).

Ngomong–ngomong soal FD Nexus. Saya punya sejarah yang lumayan panjang dengan FD itu. FD tersebut saya beli di tahun 2005. Waktu itu zaman laporan–laporan kuliah sedang banyak–banyaknya, jadi mau tak mau saya harus punya FD , terutama untuk bertukar tinpus dari kompi teman. Ketika saya beli, harganya masih lumayan mahal, 230 ribu untuk 256 mb. Itupun mencarinya sampai keliling-keliling toko komputer di mal jambu dua bogor. Sempat ditawari Kingston yang sedikit lebih murah, tapi saya malas, soalnya teman saya sudah banyak yang pakai, kesannya jadi seperti FD sejuta umat.. Waktu itu sebenarnya saya tertarik FD Apacer, sayang harganya jauh lebih mahal, jadi terpilihnya FD Nexus yang tidak terlalu mahal.

Tapi walaupun waktu itu harganya agak mahal terbukti FD Nexus memang awet. Selain sudah ribuan kali digunakan untuk menulis dan menghapus data dan kadang ketempelan virus dari kompi lain, FD itu juga sering mendapat perlakuan yang tidak semestinya, misalnya berjam–jam menempel di kompi, sampai casingnya terasa panas. Belum lagi sering jatuh–jatuh ga jelas. Dari jatuh ke lantai yang sudah tidak terhitung berapa kali saja. Sampai yang agak ekstrim yaitu terlempar waktu naik motor. Kejadiannya di tahun 2007. Ceritanya waktu itu saya dibonceng naik motor waktu dari warnet, FD tersebut saya ayun–ayunkan talinya. Ee.. tiba–tiba tali FD terlepas dari genggaman dan terpelantinglah FD tersebut di jalanan aspal nan panas dan berdebu. Hancurlah FD saya, casingnya copot, talinya copot, perangkat dalamnya kelihatan semua. Dengan hati yang sedih (halah lebay) saya punggut kepingan–kepingan FD saya, dan sampai rumah saya coba (setelah disatukan kembali dunk) dan ajaib, FD saya masih normal. Data penting yang baru saya ambil dari warnet terselamatkan.

Sekarang FD Nexus sudah berkurang frekuensi penggunaanya, paling digunakan untuk menyimpan file dari internet dan untuk menyimpan lagu–lagu baru yang saya ambil dari warnet. Kalau data dan laporan pekerjaan rencananya mau saya simpan di FD Vgen yang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s