Suatu Pagi dan Sebuah Kebaikan

Tadi pagi, saya berangkat ke tempat kerja seperti biasa. Untuk mencapai tempat kerja, saya harus naik angkot sampai dua jurusan. Waktu naik di jurusan yang pertama (dari rumah hingga pertigaan arah kota) tidak ada masalah, tetapi waktu menunggu angkot jurusan kedua (pertigaan hingga tempat kerja), saya benar-benar dibuat tidak sabar, sudah menunggu 15 menit dan tak ada angkot yang lewat.

Lalu lewatlah sebuah sepeda motor, saya tidak kenal siapa pengendaranya. Tak disangka pengendaranya, seorang ibu-ibu berkerudung dan berpakaian batik (sepertinya guru atau dosen), menghentikan motornya di depan saya. Saya ditanya “Mau kuliah? Ayo bareng aja”. Aduh, saya langsung bengong plus geli, memangnya saya mirip anak kuliahan, batin saya. Hari ini hari jum’at sehingga saya tidak berseragam. Saya memakai celana panjang, kaos lengan panjang, kerudung katun, dan sepatu kets, mungkin karena itu saya dikira anak kuliah. Saya jawab saja, saya bukan mau ke kampus, tapi mau ke tempat kerja (tempat kerja saya dengan kampus tersebut memang bersebelahan). Ee.. Tak disangka ibu-ibu tersebut menyilahkan saya untuk menumpang.

Alhamdulillah, kata saya dalam hati, daripada menunggu angkot yang tak jelas kapan datangnya, lebih baik menumpang. Akhirnya pagi ini saya tidak kesiangan ke tempat kerja karena kebaikan dari seseorang yang tidak saya kenal.

Terimakasih ya bu atas tumpangannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s