Pernak-pernik Daur Ulang

Daur ulang sepertinya bukan hal yang asing saat ini. Bagaimanapun, kesadaran untuk mengolah kembali benda-benda yang sudah tidak terpakai sudah semakin tinggi. Kertas daur ulang, tas belanja daur ulang, hingga perabotan rumah dari plastik daur ulang sudah mudah anda jumpai saat ini.

Tapi dapatkah anda bayangkan, ada perhiasan berupa kalung, giwang, anting, bros, cincin konde, dan berbagai aksesori yang tercipta dari benda daur ulang? Kenyataannya memang ada. Di Magelang, semua aksesoris tersebut berasal dari roti tawar basi, alias roti tawar yang sudah berjamur. Bagaimana bisa? Berikut ceritanya..

Adalah seorang ibu yang bernama Ny. Dwi Ani Hendrawati, Wakil Ketua III TP. PKK Kelurahan Jurang Amba Utara, Kec. Magelang Selatan, Kota Magelang yang begitu kreatif mengolah roti tawar yang sudah tak bisa dimakan, menjadi aksesoris yang bernilai tinggi. Cara membuatnya sebagai berikut:
4 lembar roti tawar yang telah berjamur dihancurkan. Kemudian dicampur dengan 2 sdt benzoat, serta 2 sdm lem kayu. Tambahkan pula milk cleansing secukupnya. Uleni terus sampai kalis, baru kemudian diberi pewarna (oil colour) sesuai selera.
Dalam pembentukan, upayakan diawali dengan bentuk bulat sebagai sarana membuang angin, baru kemudian dibentuk sesuai selera, pipih, bulat, bulat terus persegi, segitiga, dan lain-lain. Untuk pemanis dapat ditambahkan kelengkapan lain seperti penyekat, manik-manik, dsb. Bahan-bahan tersebut kemudian dirangkai sesuai keinginan atau mode yang sedang tren.

Mengenai harga adalah relatif. Ibu Dwi biasa menjual seharga 75 ribu hingga 150 ribu per paket, yang terdiri atas kalung, gelang, dan anting. Laba yang dihasilkan juga lumayan, sekitar 40 %. Nah, bagi anda yang ingin belajar, dapat menghubungi langsung Ibu Dwi Ani di Kota Magelang. Sekalian jalan-jalan menikmati sejuknya kota pegunungan.

Selamat berkreasi..

4 pemikiran pada “Pernak-pernik Daur Ulang

  1. menarik sekali… pengen belajar. Adik saya punya bisnis roti manis… sisa roti yang tidak laku biasanya diambil oleh peternak lele. bisakah bikin perhiasan dari sisa roti itu? atau harus roti tawar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s