Jalan-jalan ke Dieng

Hore… Dieng.. Itulah yang terlintas di benak saya ketika hari ini saya dapat pergi ke Dieng. Kami yang dibagi dalam beberapa rombongan menuju ke sana. Ada yang naik mobil kijang, mobil colt bak terbuka, ada juga yang memilih mengendarai sepeda motor. Saya bersama teman-teman yang kurang lebih berjumlah 15 orang naik mobil colt bak terbuka. Wah, seru juga.. jadi nostalgia mengenang masa kemah waktu sekolah dulu.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam, tiba juga kami di Dieng, tepatnya di Telaga Sembungan. Udara cukup dingin waktu kami tiba, sehingga jaket yang kami pakai masih ditembus dinginnya udara. Tapi siapa peduli? Segera saja kami turun dari mobil dan asyik melihat pemandangan sekitar. Ada yang melihat-lihat pohon-pohon carica, yang bentuknya mirip dengan pohon pepaya. Juga melihat-lihat pohon cabe dieng yang bentuknya bulat, yang kadang disebut cabe setan karena rasanya sangat pedas. Ada yang melihat danau dari dekat. Ada juga yang mencoba mengobrol dengan sepasang turis yang sudah setengah baya, walaupun dengan bahasa tarzan. Ternyata mereka dari New Zealand. Sedangkan saya dan beberapa teman memilih langsung makan! Perut kami sudah kelaparan karena kedinginan di jalan.

Kurang lebih satu jam kami di situ, kami segera bertolak ke tempat lain. Kali ini kami menuju ke Kawah Sikidang. Wah.. bau belerang yang agak mengingatkan saya akan bau telur busuk langsung menyergap. Sambil tutup hidung kami menuju ke kawah yang cukup besar yang ada di tengah-tengah. Kali ini saya menyalurkan bakat narsis saya, berfoto-foto dengan latar belakang kawah dan perbukitan. Di situ, kami bertemu lagi turis yang di Telaga Sembungan tadi. Mereka rupanya masih mengenali kami, sambil melambaikan tangan mereka menyapa kami.

Dari situ, sebenarnya ada beberapa tempat lagi yang bisa kami kunjungi seperti Telaga Warna, Candi-candi Pandawa Lima, serta beberapa tempat lain. Tetapi mengingat musim-musim sekarang ini pada siang hari sering turun hujan, dan daripada kehujanan di mobil colt bak terbuka, kami memutuskan untuk pulang. Di perjalanan pulang, waktu hampir sampai kota, gerimis kecil mulai turun. Tetapi untunglah tidak sampai turun hujan lebat. Barulah ketika saya sudah di rumah, hujan turun dengan lebatnya.

telaga sembungan
telaga sembungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s