Penggemukan Domba

Usaha peternakan yang penerapannya cukup sederhana namun menjanjikan adalah usaha penggemukan ternak. Umumnya ternak yang digemukkan adalah sapi atau ayam potong. Namun saat ini sudah banyak pula usaha penggemukan domba, khususnya di daerah Jawa Barat untuk domba ekor tipis dan Jawa Timur untuk domba ekor gemuk.
Ternak domba selama ini cukup dikenal masyarakat desa. Ternak domba umum dipelihara karena pemeliharaannya relatif mudah dan harganya lebih terjangkau dibanding ternak besar. Masyarakat pedesaan juga memelihara domba sebagai sumber tabungan keluarga, artinya apabila mereka membutuhkan uang kontan maka domba tersebut dapat dijual sewaktu-waktu. Penggemukan domba mempunyai beberapa keuntungan karena domba memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan dan mampu mengkonversi bahan pakan berkualitas rendah seperti limbah pertanian menjadi produk bergizi tinggi (daging).
Penggemukan domba idealnya dimulai saat umur domba belum berumur satu tahun, dengan pertimbangan bahwa pada usia itu pertumbuhan domba sedang mencapai fase pertumbuhan cepat, yaitu saat pemberian pakan akan dikonversikan menjadi daging. Setelah lebih dari usia satu tahun, pemberian pakan akan mulai dikonversikan menjadi lemak, yang tidak diharapkan oleh peternak. Cara untuk menandai domba yang belum berumur satu tahun adalah dengan melihat giginya. Gigi domba akan tanggal saat domba berumur kurang lebih satu tahun, sehingga untuk domba yang akan digemukkan dipilih yang giginya belum tanggal.
Domba yang digemukkan adalah domba jantan, karena apabila domba betina digunakan untuk penggemukan, maka akan mengancam populasi domba di kemudian hari karena jumlah induk semakin berkurang, sedangkan tidak semua domba jantan digunakan sebagai pejantan, sehingga sisanya dapat digunakan untuk penggemukan. Selain itu domba jantan mempunyai pertambahan bobot badan yang lebih tinggi daripada domba betina karena hormon testosteron yang dimilikinya.
Kandang yang digunakan dapat berupa kandang tipe lantai dan kandang tipe panggung. Disarankan digunakan kandang tipe panggung karena kotoran lebih mudah dibersihkan. Kotoran tidak boleh menumpuk di bawah kandang karena kandungan amonia dapat menggangu pernapasan domba dan dapat menyebabkan penyakit paru-paru. Domba yang terserang penyakit paru-paru bobot badannya tidak dapat naik, bahkan cenderung menurun. Jika kondisinya parah dapat menyebabkan kematian. Kotoran yang terkumpul tidak perlu dibuang karena dapat diolah lebih lanjut. Cara pengolahan kotoran tersebut digolongkan menjadi dua, yaitu pengolahan dengan sistem terbuka dan tertutup. Pada sistem terbuka, kotoran dibiarkan sekitar tiga bulan dalam lubang penampung yang tersedia . Cara ini cukup murah dan mudah. Kotoran yang telah tertimbun dapat langsung digunakan sebagai pupuk organik. Pengolahan dengan sistem tertutup dilakukan dengan cara menimbun kotoran dalam suatu lubang yang diberi atap dan terhindar dari genangan air. Lantai dan dinding lubang sebaiknya disemen untuk mencegah kehilangan unsur hara. Selanjutnya lubang ditutup dengan tanah setebal 30 cm dan dibiarkan selama tiga bulan. Pupuk organik kemudian dikeluarkan dan siap digunakan menjadi pupuk kandang, yang apabila dijual dapat menjadi penghasilan tambahan bagi peternak tersebut.
Pakan yang diberikan berupa konsentrat dan rumput. Konsentrat diperlukan karena dalam penggemukan yang diinginkan adalah pertambahan bobot badan dalam waktu yang relatif singkat, oleh karena itu diperlukan pakan yang mudah dicerna. Konsentrat merupakan makanan yang mengandung serat kasar rendah tetapi kandungan zat-zat makanan yang dapat dicerna sebagai sumber utama zat makanan seperti karbohidrat, lemak dan protein tinggi. Apabila konsentrat untuk domba sulit didapatkan, maka dapat diganti dengan konsentrat untuk sapi. Namun apabila konsentrat untuk sapi masih sulit didapatkan, peternak dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan sekitar, semisal dengan menggunakan ampas tahu. Rumput yang digunakan dapat berupa rumput lapang maupun rumput gajah. Namun apabila menggunakan rumput gajah, rumput perlu dipotong kecil-kecil agar domba lebih mudah dalam mengonsumsi. Pemberian pakan sebaiknya secara bertahap yaitu pagi, siang, dan sore. Pemberian pakan secara sekaligus dapat menyebabkan domba kurang nafsu makan, dan pakan juga lebih mudah busuk. Selain diberi makan, domba juga perlu minum. Pemberian air minum tidak perlu dibatasi atau ad libitum.
Domba hasil penggemukan mempunyai pangsa pasar yang cukup luas, antara lain dapat dipasarkan kepada jagal, pembeli perorangan, rumah-rumah makan, maupun pada pedagang pengumpul. Terlebih apabila domba digemukkan beberapa bulan menjelang hari raya kurban, keuntungan yang didapatkan akan semakin besar sebab saat hari raya kurban permintaan domba melonjak sehingga harga domba tinggi.

13 thoughts on “Penggemukan Domba

  1. salam kenal
    saya mempunyai beberapa ekor domba di rumah, tetapi saya tidak tahu caranya agar domba saya cepat gemuk. bagai mana ya cara menggemukan domba?
    selain di beri rumput, bahan apakah yang cocok untuk menggemukan domba

    # Aa Saepudin : bisa menggunakan konsentrat atau ampas tahu

  2. Salam kenal,
    Usaha penggemkan domba mempunyai peluang yang menjajikan. Wilayah wonosobo dan temangung mempunyai potensi utuk usaha itu. Untuk bakalan yang akan digunakan, sebaiknya dibent kemitraan dengan masyarakat sekitar yang fungsinya sebagai pembibit.

    Rohmat Diyono
    Temanggung-Bogor

  3. Salam
    Salam Agro

    Saat ini, saya sedang belajar tentang perdombaan. Mohon bisa share ke saya tentang ilmu perdombaan. Ada satu pertanyaan, mungkinkah domba dikasih makan non hijauan, kalau mungkin, bagaimana formulasinya. Tks

    Wassalam

  4. Saya saat ini memelihara 40 ekor domba garut betina dan 5 ekor jantan bagaomana cara/pemberian pakan yang baik dan memperbesar reproduksi

    Terimakasih

    Wasalam
    Teddy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s